Budidaya Aneka Burung dan unggas

Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Saturday, December 1, 2018

Berdaya dengan Berusaha

Berdaya dengan Berusaha


PKHPATI.com, PATI - Sabtu, 24 Nopember 2018, susana berbeda terjadi dirumah bu Rumisih, tidak seperti biasanya pada hari itu suasana ramai menyelimuti rumah Bu rumisih. Tenda luar juga terpasang rapi di halaman rumah selayaknya mau ada hajatan, ya memang ada hajatan akan tetapi tidak hajatan syukuran khitanan atau nikahan, akan tetapi pelatihan olahan ikan lele yang diselenggarakan oleh Kelompok Dampingan PKH Desa Kembang
Pelatihan ini dikuti oleh Keluarga Penerima Manfaat PKH (KPM PKH) desa Kembang terkhusus RW 3. Antusias yang luar biasa dari peserta membuat Pendamping dan pemateri bersemangat untuk memandu jalannya pelatihan ini. Dalam pelatihan ini ada banyak materi yang disampaikan oleh pemateri ibu Dewi Yulianti salah satu pengusaha bandeng cabut duri dari desa Bakaran Kecamatan Juwana. Selain pelatihan pembuatan abon lele pemateri juga menyampaikan berbagai olahan lele lainnya seperti kripik lele, lele kremes dan lainnya. Disamping itu sebagai bentuk kerjasama setelah mengikuti pelatihan pemateri juga mengajakarkan pelatihan bandeng cabut duri sebagaimana yang saat ini digeluti oleh pemateri yang kian hari semakin banyak pesanan.


Disela-sela pelatihan itu Pendamping juga memberikan motivasi kepada peserta untuk memunculkan jiwa wirausaha mereka, pendamping juga mengajak kepada KPM PKH untuk mengaplikasikan materi Family Development Session (FDS) modul usaha, dan mengajak para peserta untuk berusaha lebih berdaya. Pesan ini juga disambut baik oleh para peserta pelatihan, dan mereka juga berkeinginan untuk mencobanya dirumah sehingga jika berhasil berkeinginan untuk mencoba memasarkan hasil olahannya.
Dari pelatihan ini dari Pendamping juga akan tetap memberikan dukungan sehingga Bandeng Cabut Duri dan produk abon lele yang telah direncanakan bisa berjalan dan bisa dipasarkan dimasyarakat, sehingga mampu menambah penghasilan para peserta anggota kelompok usaha, sehingga mereka mampu berdaya.

Cabut duri dan Abon lele dipilih karena kebanyakan mereka adalah pembudidaya lele, sehingga bahan baku yang dibutuhkan melimpah dan juga bisa meminimalisir kerugian ternak ketika ada kematian lele sebelum panen. Yang biasanya hanya bisa dijual murah, bahkan kadang dibuang karena tidak laku dijual, dengan adanya pelatihan ini peserta bisa mengolah menjadi abon atau olahan yang lain, sehingga bisa bernilai ekonomis.





oleh: Supriyanto (Pendamping Sosial PKH Kecamatan Dukuhseti)

Monday, October 29, 2018

Tujuh KUBE PKH Pati Terima Bantuan Peralatan dari Dinsos

Tujuh KUBE PKH Pati Terima Bantuan Peralatan dari Dinsos

M. Yusuf (Kasi Jaminan Sosial Keluarga) saat meninjau KUBE di desa Banyutowo
PKHPATI.com, PATI, Sebanyak tujuh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pati menerima alat bantu usaha dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah.

Adapun jenis bantuan alat tersebut berupa mesin jahit, kompor gas, spinner (Pengering minyak kripik) dan alat alat lain yang dibutuhkan sesuai dengan proposal yang telah diajukan sebelumnya. Penyerahan bantuan langsung di masing masing balai desa tempat asal KUBE dan disaksikan perangkat desa. Rabu (24/10/2018).

Tujuh KUBE yang menerima bantuan yaitu KUBE Dadi Sejahtera 1, Dadi Sejahtera 2 dari desa Puncel Kecamatan Dukuhseti. Kemudian KUBE Kreasi Ibu dan Mina Jaya dari Desa Banyutowo, Kecamatam Dukuhseti.
Penyerahan Bantuan Alat Bantu Usaha dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Kepada KUBE desa Banyutowo dan Puncel

Kemudian tiga di antaranya dari Kecamatan Juwana. Kube Harapan Keluarga dan Sentosa Lestari dari desa Mintomulyo. Kemudian KUBE Srikandi dari desa Bakaran Kulon

M. Yusuf, Kasi Jaminan Sosial keluarga Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah menyampaikan agar bantuan yang telah diberikan dapat memicu semangat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH agar dapat mandiri secara ekonomi. 

“Dengan adanya KUBE, peserta PKH tidak memiliki ketergantunga pada bantuan PKH. Sehingga selepas dari kepesertaan PKH, KPM akan mandiri dengan mengelola KUBE,” harap Yusuf.

Koordinator PKH Pati, Agus Supriyanto juga mengucapkan terimakasih kepada Dinsos Provinsi jawa Tengah atas bantuan yang diberikan. “Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian KPM,” jelas Agus. 

Proses Produksi Tas dari limbah plastik oleh KUBE desa Mintomulyo, Juwana

Penyerahan Alat Bantu Usaha dari Dinas Sosial Propinsi kepada KUBE desa Mintomulyo dan Bakaran Kulon

Friday, July 27, 2018

Kepala Desa Apresiasi KUBE Delima PKH Pesagi Kecamatan Kayen

Kepala Desa Apresiasi KUBE Delima PKH Pesagi Kecamatan Kayen

KUBE PKH desa Pesagi bersama Perangkat Desa dan Mahasiswa KKN UNDIP
Pemerintah Desa Pesagi mengapresiasi peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang berani mengelola Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Delima. Pemerintah desa akan ikut serta mendukung baik berupa peralatan maupun motivasi agar KUBE Delima makin berkembang ke depan.

Hal itu disampaikan Suep, Kepala Desa Pesagi Kecamatan Kayen, dalam sambutan Musyawarah Desa (Musdes) bersama pendamping PKH dan pengelola KUBE Delima yang berlangsung di balai desa Pesagi pukul 09.00. Senin (23/7/2018).
Suep juga mengintruksikan kepada pengelola KUBE Delima, agar mengajukan proposal yang ditujukan kepada pemerintah desa. Sehingga pemerinah desa mengetahui kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.
Padmi, Ketua KUBE Delima senang dengan respon positif dari pemerintah desa. Ia mengungkapkan, kripik tempe menjadi produk utama KUBE Delima. Meski selama ini keuntungan hasil penjualan kripik mencapai 400.000 hingga 500.000 tiap bulan, namun masih ada kendala yang harus dibenahi.

“Selama ini produksi kripik masih menggunakan kemasan plastik biasa. Pemasaran pun masih berkutat di wilayah Kecamatan Kayen. Itu pun hanya di warung warung tradisional. Kami berharap pada pihak manapun terutama pemerintah desa untuk ikut berpartisipasi mengembangkan KUBE.” Harap Padmi.

Dalam Musdes pagi itu, selain dihadiri perangkat Desa Pesagi, juga turut hadir Supervisor PKH Kabupaten Pati, Evi Yulianti. Selain itu, juga hadir tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Dalam kesempatan itu, Evi Yulianti menekankan adanya kerjasama solid antar individu dalam mengelola KUBE agar tujuan tercapai. Harus menjaga komitmen setiap anggota. Tidak boleh bekerja sendiri sendiri dan bergantung pada seorang dalam pekerjaan.

Selain itu, Evi, sapaan akrabnya, mendorong seluruh perangkat desa untuk ikut mendukung KUBE Delima. Selain itu, ia juga mengajak mahasisiwa Undip yang sedang menjalankan tugas KKN di Desa Pesagi untuk turut serta mendampingi membuat inovasi produk KUBE Delima.

“Saya berterimakasih kepada Kepala Desa Pesagi yang bersedia mendukung pengembangan KUBE Delima, semoga semangat ini menular ke desa-desa yang lainnya” tutur Evi.

Sementara itu, Nur Arofah, Pendamping PKH desa Pesagi berterima kasih kepada semua pihak yang turut aktif dalam pengembangan KUBE ke depan. Ia berharap, KUB tidak hanya satu kelompok. Namun ke depan setiap kelompok PKH mampu mengelola KUBE. Sehingga PKH akan benar benar mampu mewujudkan kemandirian warga kurang mampu.


Tuesday, July 24, 2018

Bermodal 200.000, KUBE PKH Desa Pesagi Beromzet Setengah Juta Tiap Bulan

Bermodal 200.000, KUBE PKH Desa Pesagi Beromzet Setengah Juta Tiap Bulan


KPM PKH sedang mengemas kripik tempe
Program Keluarga Harapan (PKH) terbukti nyata memberi kontribusi positif bagi keluarga kurang mampu. Sebagaimana yang dialami Padmi, peserta PKH Desa Pesagi Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jawa Tengah. Padmi dan sembilan temannya, sehari hari berprofesi sebagai buruh tani. Semenjak menjadi peserta PKH, mereka berani mengelola Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Delima, memproduksi kripik tempe. 

Dulu, Padmi dan teman temannya, awalnya tidak mengira, KUBE yang mereka kelola akan berkembang seperti sekarang. Hanya bermodal iuran 20.000 setiap anggota. Dengan modal tekad, mereka berkomitmen menjalankan KUBE. 

“Kami memiliki komitmen bersama dan iuran 20.000 kali sepuluh orang. Terkumpul 200.000. Hanya itu modalnya. Setelah itu tidak ada lagi modal tambahan.” Tegas Padmi.

Padmi, saat ditemui di Balai Desa Pesagi, Senin (23/7/2018), mengungkapkan, saat ini KUBE Delima yang dikelola mampu memproduksi rata rata 50 Kg kripik tempe kering setiap bulan. Bahkan, jika ada pesanan mampu memproduksi lebih dari 50 Kg. Kemudian dikemas. Setiap kemasan berisi 2 Ons dan dijual 4500. Rata rata keuntungan bersih yang diperoleh KUBE Delima setiap bulan mencapai 400.000 hingga 500.000. 
  
Kami selalu melakukan pembukuan pengeluaran dan pemasukan. Sehingga mengetahui keuntungan yang diperoleh setiap melakuakn penjualan Kripik. Hasil dari penjualan kripik kami kelola kembali untuk kemajuan KUBE Delima.  Kemudian sebagian keuntungan kami bagi hasil,” jelas Padmi.

Pemasaran kripik untuk sementara waktu masih beredar di warung tradisional wilayah Kecamatan Kayen. Padmi dan teman temannya berharap, KUBE Delima ke depan bisa lebih maju dan kreatif. Mampu membuat inovasi baik dalam manajemen maupun produk olahan.
“Kami mengharapkan produk KUBE Delima ini akan mampu bersaing dengan produk lain. Mampu menembus pasar luas di luar Kecamatan Kayen,” harap Padmi.   

 Berawal dari Motivasi Pendamping PKH
Pendamping PKH , Nur Arofah mendampingi KUB PKH desa Pesagi, Kayen
 Keberlangsungan KUBE Delima PKH Pesagi tidak dapat dilepaskan dari peran Nur Arofah, pendamping PKH Desa Pesagi. Nur, sapaan akrabnya, selalu mengedepankan komunikasi yang baik dengan peserta PKH. Sehingga mampu menggerakkan tekad peserta PKH Desa Pesagi untuk berani mengelola usaha. 

Tepatnya awal tahun 2016, berdasarkan intruksi dari PKH Kabupaten Pati agar peserta PKH mampu mengelola KUBE. Nur kemudian mengajak peserta PKH Desa Pesagi untuk membuat KUBE yang mengembangkan potensi diri maupun alam di sekitar. 

Ide itu kemudian mendapat respon baik dari peserta PKH Desa Pesagi. Meski pada walnya merupakan suatu hal sulit. Karena peserta PKH Desa Pesagi rata rata hanya ibu rumah tangga dan buruh tani. Kemudian sesuai arahan pendamping PKH, disepakati kripik tempe menjadi produk utama KUBE.

Nur menjelaskan, kripik tempe menjadi produk utama karena bahan pokok banyak tersedia di wilayah Kecamatan Kayen. Juga sekaligus memanfaatkan anggota PKH yang memiliki keahlian memasak aneka olahan tempe.


“Semua anggota KUBE Delima memiliki keahlian memasak. Keahlian itu kita wujudkan pada pengolahan produk agar lebih bermanfaat,” jelas Nur. 

Nur mengharapkan, dengan adanya KUBE ini, peserta PKH mampu lebih mandiri. Tidak memiliki ketergantungan pada bantuan PKH. Sehingga jika tidak lagi mendapat bantuan PKH, KUBE akan terus berlanjut menjadi penopang kemandirian anggota.

Saturday, September 16, 2017

Jack Ma : Anda Akan Membeli Barang Dari "Teman Dekat, Keluarga, atau Orang Asing"?

Jack Ma : Anda Akan Membeli Barang Dari "Teman Dekat, Keluarga, atau Orang Asing"?

Jack Ma CEO Alibaba

Jack Ma : "Anda Akan Membeli Barang Dari "Teman Dekat, Keluarga, atau Orang Asing"? "
Singkat Tapi Dijamin Bakal Bikin Pikiranmu Terbuka!

Seseorang ingin membeli ban dan ia mendapatkan beberapa informasi harga: 
Harga teman dekat : 850 dolar 
Harga keluarga       : 830 dolar 
Harga orang asing  : 780 dolar 
Kalau kalian jadi orang itu, kalian akan beli ban dari orang mana?

Akhirnya orang itu memilh membeli ban dari orang asing dengan harga 780 dolar, padahal orang itu tidak tahu bahwa teman dekatnya cuma ambil untung 20 dolar. Bahkan keluarganya tidak mendapat keuntungan sama sekali, malahan rugi karena harus bayar uang reparasi mobil. Sedangkan orang asing mengambil keuntungan 580 dolar! Parahnya lagi ternyata setelah diketahui, ban yang dibelinya itu palsu. Itu bukan karena barangnya palsu, melainkan kamunya saja yang terlalu serakah. Bukan karena kenalan dekatmu mau ambil keuntungan, tapi ia bisa memberi jaminan kepercayaan buatmu.

Mungkin Anda sudah sering mendengar nasihat dari Jack Ma (CEO Alibaba) berikut: 
"Ketika berjualan ke teman dekat dan keluarga, berapa-pun yang Anda jual ke mereka, mereka akan selalu berpikir, Anda sedang mencari untung dari uang mereka. Dan semurah apapun Anda jual ke mereka, mereka tetap tidak akan menghargainya."

Selalu saja ada orang-orang yang tidak peduli dengan biaya, waktu, dan tenaga Anda. Mereka lebih baik memilih ditipu oleh orang lain daripada membiarkan Anda mendapatkan keuntungan dari mereka. Karena di dalam hati mereka, mereka selalu berpikir berapa untung yang Anda dapat darinya? Bukannya berpikir berapa yang telah Anda bantu hematkan atau hasilkan untuk dia?

Ini adalah contoh klasik mental orang miskin.
Bagaimana caranya orang kaya menjadi kaya? Alasan utamanya adalah karena mereka bersedia mendukung bussiness associate mereka, menjaga kepentingan satu sama lain, maka secara alami mereka mendapatkan lebih banyak lagi. Teman-teman Anda akan secara bergantian mendukung Anda. Dan lingkaran kekayaan ini akan terus bertumbuh dan semakin bertumbuh.
 
Sederhananya, kamu akan mulai menjadi kaya ketika kamu memahaminya.