Budidaya Aneka Burung dan unggas

Showing posts with label Bhakti Sosial. Show all posts
Showing posts with label Bhakti Sosial. Show all posts

Sunday, December 2, 2018

One Tree for KPM “ Pohonku Harapanku”

One Tree for KPM “ Pohonku Harapanku”


pkhpati.com, Pati - Memeringati Hari Pohon Sedunia pada tanggal 21 November, PKH Kec. Dukuhseti turut serta dalam penanaman pohon secara serentak. Acara ini diikuti oleh Muspika Kecamatan Dukuhseti, Koramil, Polsek Kecamatan Dukuhseti Pendamping PKH dan para KPM PKH.

Penanaman bibit pohon oleh Bapak Slamet Edy Waluyo
Acara dilakukan di lapangan tenis Kecamatan Dukuhseti yang dibuka langsung oleh Bapak Slamet Edy Waluyo, turut hadir Bapak Dandim Kecamatan Dukuhseti dan bapak Kapolsek Kecamatan Dukuhseti. Acara dibuka dengan penyarahan  bibit pohon secara simbolik oleh pak Camat kepada KPM PKH Kecamatan Dukuhseti, dilanjutkan dengan Penanaman pohon secara simbolik oleh Bapak Camat Kecamatan Dukuhseti yang diikuti oleh peserta.

Dalam kesempatan ini pohon yang ditanam sejumlah 2.500 bibit pohon bantuan dari dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Adapun jenis bibit pohon yang ditanam bermacam-macam, ada pohon sengon yang paling banyak stok bibitnya, juga ada bibit alpuka, mahoni, matoa, petai.

Penanaman pohon diawali di lingkungan kecamatan Dukuhseti yang kemudian diteruskan di pekarangan rumah KPM masing-masing se Kecamatan Dukuhseti. Hal ini dilakukan dalam rangka ikut menjaga kelestarian lingkungan sekitar dan menjadi pelopor masyarakat dalam hal pelestarian lingkungan.


oleh: Supriyanto (Pendamping PKH Kecamatan Dukuhseti)

Tuesday, July 17, 2018

Korban Kebakaran di Kayen Menerima Material Bangunan dari PKH Pati Peduli

Korban Kebakaran di Kayen Menerima Material Bangunan dari PKH Pati Peduli


Penyerahan bantuan dari PKH Pati Peduli kepada keluarga korban kebakaran
PATI-Setengah tahun lalu, tepatnya Senin 18/12/2017 terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan rumah pasangan lansia Kustili dan Leginah. Leginah merupakan anggota Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Kayen Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Bangunan rumah yang seluruhnya terbuat dari kayu itu roboh hangus terbakar. Kustili dan Istrinya memutuskan menumpang sementara di rumah anaknya yang berada di desa setempat hingga pembangunan rumah baru selesai.

Kondisi itu menjadi perhatian serius pengelola PKH se-Kabupaten Pati. PKH Pati melalui tim PKH Pati Peduli dan Pendamping PKH Kecamtan Kayen melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan beban keluarga Kustili.

Setelah sejumlah dana terkumpul, pendamping PKH Kecamtan Kayen pada hari Senin 2/7/2018 melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran. Memastikan pada Kustili terkait waktu dimulai pembangunan rumah dan material yang dibutuhkan. 



Setelah mendapat kepastian dari Kustili, Tim PKH Peduli bersama Pendamping PKH Kecamtan Kayen pada Jumat, 6/7/2018 menyerahkan bantuan berupa 50 karung semen dan satu truk pasir.

Penyerahan bantuan secara simbolik oleh Agus Supriyanto, Koordinator PKH Pati diberikan langsung kepada Kustili di depan bekas rumahnya. “Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada pendamping PKH atas bantuan semen dan pasir”, ucap Kustili di hadapan para pendamping PKH.

Selain itu, Nur Arofah, Koordinator PKH Kecamatan Kayen, menuturkan, bahwa bantuan sosial ini tidak bisa dilepaskan dari kerja sama pendamping PKH se-Kabupaten Pati.
 
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian sosial dari teman teman pendamping PKH Kayen dan dan PKH Peduli. Saya berharap, PKH Peduli akan mampu memberikan kontribusi positif bagi kalangan yang membutuhkan”, jelas Nur Arofah.

Selain itu, di tempat terpisah, Afica Rachmatika Yosinanda, Pendamping PKH Desa Kayen Kecamtan Kayen juga mengucapkan terima kasih kepada PKH Peduli dan pendamping kecamtan Kayen yang selama ini membantu dalam penyaluran bantuan di lapangan. Ia juga mengucapkan terima kasih pada masyarkat luas yang bersedia mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban Kustili.


PKH Pati Peduli, Jembatan Donasi untuk Bayi tanpa Anus

PKH Pati Peduli, Jembatan Donasi untuk Bayi tanpa Anus

Penyerahan Bantuan dari PKH Pati Peduli kepada Keluarga Ali Shodikin

Pucakwangi, pkhpati.com - Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Pucakwangi bekerjasama dengan tim PKH Peduli Kabupaten Pati pada Sabtu/30/06/, memberikan sejumlah bantuan kepada Ahmad Firdiansyah. Seorang bayi terlahir dalam keadaan tidak memiliki anus, kedua tangan lebih pendek dari ukuran normal dan jari kanan dan kiri tidak lengkap.

Ahmad Firdiansyah lahir tanggal 28 Mei 2018 dari pasangan Ali Shodiqin (29) dan Ayuk Rahawati (21) warga Dukuh Bremi Rt. 03 Rw. 01, Desa Mencon, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati,Jawa Tengah.

Bayi dari kedua pasangan Shodiqin dan Ayuk Rahmawati itu harus menjalani perawatan lanjutan. Tenaga medis Puskesmas menyarankan untuk merujuk ke RSUD Soewondo. Setelah dilakukan pemeriksanaan, pihak keluarga membawanya ke RSUP Kariyadi Semarang untuk menjalani operasi pembuatan anus sementara di bagian perut sebelah kiri pada hari kedua kelahirannya. 

Untuk perawatan lebih lanjut, setiap seminggu sekali Ahmad harus kontrol ke RSUP Kariyadi. Walaupun tindakan operasi dan biaya kontrolnya ditanggung BPJS, namun pihak keluarga masih kesulitan biaya akomodasi ke Semarang dan pembelian kantong colustum (kantong pembuangan tinja). Karena, setiap kali pakai harus diganti dan harus menggunakan bahan steril agar tidak mengakibatkan infeksi. 

Karena keterbatasan biaya pihak keluarga saat ini, Ahmad hanya memakai kantong plastik biasa dan diapers. Kondisi ini mungkin akan berlangsung sangat lama karena Ahmad akan dilakukan operasi kedua (pembuatan jalan pengeluaran kotoran secara permanen) pada usia 6 bulan dan berat badan minimal mencapai 4 kg. 

Semua perawatan itu membutuhkan biaya banyak. Di sisi lain, Shadiqin seperti warga lainnya yang sehari hari hanya sebagai buruh tani dan Ayuk  yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga. Namun hal sebut tidak menyurutkan semangat pak Shadiqin dan keluarga untuk melanjutkan pengobatan Ahmad.  

Donasi untuk Ahmad

Ahmad Firdiansyah

Meski Ahmad bukan lahir dari Ibu peserta PKH, namun Uswatun Hasanah, selaku Pendamping PKH yang mendampingi Desa mencon Pucakwangi menjadi  sarana pengumpulan donasi. Uswatun menyebarkan informasi donasi untuk Ahmad melalui media sosial, terutama jaringan internal PKH untuk pengumpulan donasi. 

“Berawal dari itu, mulai tersebarlah berita tentang Ahmad. Banyak yang terketuk hatinya mengulurkan tangannya untuk Ahmad, baik secara pribadi maupun Lembaga”, tutur Uswatun. 

Selain itu, Uswatun atas nama PKH juga berharap masyarakat luas agar bersedia mendoakan Ahmada agar operasi pembuatan anus bisa berjalan lancar dan berhasil. Ia juga menambahkan, jika ada yang bersedia mengulurkan bantuan untuk Ahmad, bisa langsung menghubungi PKH Peduli Kabupaten Pati atau kepada Saudari Uswatun Hasanah selaku Koordinator PKH Kecamatan Pucakwangi.

Thursday, May 10, 2018

Bingkisan Bahagia untuk KPM

Bingkisan Bahagia untuk KPM

Pendamping PKH Kec. Dukuhseti bersama KPM Penerima BKS

Dukuhseti, pkhpati.com – Kamis, 3 Mei 2018 3 (tiga) orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan bingkisan dari Program Bingkisan Keluarga Sejahtera (BKS) yang diwakilkan oleh pendamping PKH Kecamatan Dukuhseti. 

BKS merupakan bingkisan yang diberikan oleh Lembaga Sosial Rumah Zakat yang bekerjasama dengan pendamping PKH Kecamatan Dukuhseti. Bantuan yang diberikan kepada KPM berupa uang untuk dibelanjakan secara langsung kebutuhan pokok sehari-hari dengan didampingi oleh pendamping PKH Kecamatan Dukuhseti. 3 (tiga) orang KPM Desa Kembang yang menerima BKS adalah Mbah Rakini (RT3/RW1), Ibu Hartatik (RT2/RW1) dan Ibu Lasimah (RT3/RW1).

Bu Lasimah, nenek usia 70 tahun begitu bahagia saat diminta untuk berangkat belanja, akan tetapi setibanya dilokasi beliau menjadi bingung mau belanja apa. karna ini pengalaman pertama kalinya belanja di swalayan, sehingga Pendamping PKH dan pelayan toko membantu memilih kebutuhan apa saja yang dibutuhkannya.


Penyerahan Bingkisan Keluarga Sejahtera

Mbah Rakini, Ibu Hartatik, dan Ibu Lasimah mengucapkan rasa syukur atas hadiah yang telah diterima dari Lembaga Sosial Rumah Zakat dan Pendamping PKH. BKS ini sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka.

“Alhamdullilah, matursuwun mas” ujar Bu Lasimah

Selain itu, di akhir acara  ada yang menarik dari pelaksanaan program ini, ternyata sang pemilik swalayan Bu Hj. Hartini memberikan kejutan kepada para KPM penerima BKS. Beliau memberikan diskon gratis bagi KPM yang kelebihan belanja dari nominal yang diberikan oleh Rumah Zakat, hal tersebut tidak disampaikan di awal dan relawan pun tidak mengetahui, suasana jadi seru ketika akhir belanja dan pembayaran

“Retio aku mou njukuk seng akeh (kalau tahu saya ambil yang banyak)“ ujar bu Hartatik yang disambut tawa pemilik karyawan dan Pendamping.

Tuesday, March 13, 2018

Rumah KPM Roboh, PKH Pati Peduli Bantu Membangun Kembali

Rumah KPM Roboh, PKH Pati Peduli Bantu Membangun Kembali


Serah Terima bantuan dari PKH Pati Peduli kepada keluarga Ibu Surati
Gunungwungkal, pkhpati.com - Senin, 12 Maret 2018 PKH Pati Peduli beserta pendamping PKH Kecamatan Gunungwungkal mendatangi rumah ibu Surati di desa Jembulwunut kecamatan Gunungwungkal. Disaksikan oleh ibu Nur Hasanah selaku ketua kelompok dan bapak Ahmad selaku Kaur Kesra desa Jembulwunut, ketua PKH Pati Peduli bapak Supriyanto menyerahkan bantuan kepada ibu Surati.

Kejadian bermula pada Rabu tanggal 7 Februari 2018, wilayah kecamatan Gunungwungkal dan sekitarnya diguyur hujan deras disertai angin kencang. Hal tersebut menyisakan duka bagi ibu Surati, salah satu peserta PKH desa Jembulwunut. Pasalnya, bencana ini menyebabkan rumah ibu Surati hampir roboh.

Tiang penyangga rumah yang sudah rapuh dimakan usia. Dinding berupa anyaman bambu yang sudah rusak. Serta belum adanya pondasi, menyebabkan rumah ndoyong(miring) menahan beban berat atap genteng yang semakin berat karena basah diguyur air hujan seharian.

“Nek gak mbok rubuhke, ngko malah ombok-ombok” (kalau tidak dirobohkan, maka akan memakan biaya yang jauh lebih besar), begitu ibu Surati menirukan apa yang disampaikan oleh para tukang. 

Dan akhirnya ibu Surati dan keluargapun pasrah rumah yang selama ini digunakan untuk berlindung dari panas dan hujan akhirnya dirobohkan.

Setelah kejadian tersebut, keluarga ibu Surati terpaksa mengungsi ke rumah saudara. Dalam ketidakberdayaan, ibu Surati mencoba meminta batuan dari tetangga, saudara, pemerintah desa maupun para pengusaha yang ada di wilayah Gunungwungkal.

Usaha beliau berhasil mendapatkan bantuan berupa material atau bahan bangunan. Antara lain batu kali, semen, pasir, batu bata, dan kayu. Bantuan juga datang dari Palang Merah Indonesia(PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) kabupaten Pati berupa bahan makanan dan  perlengkapan sekolah.

Hasil dari koordinasi pendamping PKH dengan ibu Surati, bantuan diperkirakan sudah cukup untuk mendirikan bangunan. Akan tetapi masih kurang yaitu atap. Oleh karenanya PKH Pati Peduli sepakat memberikan bantuan untuk membangun atap rumah.

Proses penurunan genteng dan kerpus/nok dari truk
Hari minggu tanggal 11 Maret 2018, batu pertama pembangunan rumah ibu Surati dimulai. Untuk memberikan tambahan semangat supaya harapan menempati rumah segera bisa direalisasi, maka PKH Pati Peduli pada hari Senin tanggal 12 Maret 2018 menyerahkan bantuan untuk membangun atap rumah berupa 1.500 genteng dan 28 kerpus/nok.

Genteng sampai di lokasi sore hari, langsung diterima oleh keluarga ibu Surati. Raut sumringah terpacar dari wajahnya dan keluarga sembari sang suami membantu menurunkan genteng dari bak truk.

“Matur nuwun pak, mas, mbak, mugo-mugo berkah manfaat”(terimakasih pak, mas, mbak, semoga berkah manfaat), kata ibu Surati sambil menyalami pendamping PKH yang pamit pulang.


Oleh: Pendamping Sosial Kecamatan Gunungwungkal

Saturday, February 24, 2018

PKH Pati Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Dukuh Pengging

PKH Pati Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Dukuh Pengging

Tim PKH Pati Peduli saat menyerahkan bantuan untuk korban banjir kepada perangkat desa Kasiyan dan Kasi Kessos Kec. Sukolilo

Sukolilo, pkhpati.com - Sabtu, 24 Februari 2018 PKH Pati Peduli melakukan penyaluran bantuan bencana banjir di Dukuh Pengging, Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Kegiatan  penyaluran bantuan di dukung oleh Kasi Kessos Kecamatan Sukolilo Bapak Imam Sofyan, S.Ag dan dibantu oleh teman – teman pendamping Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Kayen. Kedatangan Kami disambut baik oleh Kepala desa Kasiyan Bapak Rumaji dan perangkat desa.

Banjir yang terjadi selama hampir 2(dua) minggu membuat 27 rumah tergenang air, sedikitnya 96 KK(Kartu Keluarga) atau sebanyak 111 jiwa, terdiri 96 orang dewasa, 9 orang balita, 6 orang lansia merasakan dampak banjir ini.

“Bencana banjir hampir 2 minggu , Alhamdulillah tadi malam udah mulai surut. Tapi ada beberapa rumah warga yang masih tergenang air”, ujar kepala desa Kasiyan. 
Penyerahan bantuan kepada korban banjir bersama perangkat desa Kasiyan
Bentuk kepedulian PKH Pati Peduli memberikan paket peralatan mandi, seperti sabun mandi, pasta gigi, sampo dan sabun cuci. Untuk penyerahan bantuan kami memberikan langsung ke rumah yang tergenang air didampingi oleh perangkat desa.

Semoga bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan kegiatan PKH Pati Peduli kabupaten Pati semakin berkarya bermanfaat bagi orang banyak khususnya yang membutuhkan. 


Oleh: Sofiana Hilda Buchoiroh(Pendamping Sosial Kecamatan Sukolilo)

Monday, February 12, 2018

PKH Kecamatan Dukuhseti Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

PKH Kecamatan Dukuhseti Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Nur Istiqomah dan Arina Hidayah (Pendamping Kecamatan Dukuhseti) saat menyerahkan bantuan untuk korban banjir

DUKUHSETI, pkhpati.com - Senin, 12 Februari 2018 PKH Kecamatan Dukuhseti berikan bantuan kepada tim tanggap bencana banjir Kecamatan Dukuhseti yang di dirikan oleh Forum Karang Taruna Kecamatan Dukuhseti. 

Bantuan yang diserahkan berupa kebutuhan pokok dan berupa makanan yaitu mi instan, roti, dan bubuk kopi. Penyerahan bantuan korban banjir diberikan langsung ke posko penanganan banjir karang taruna Kecamatan Dukuhseti.

Pendamping PKH Kecamatan Dukuhseti  menyampaikan  turut prihatin atas bencana yang menimpa warga desa yang terdampak banjir diantaranya desa Ngagel, Grogolan, Alasdowo, Dukuhseti, Kembang, dan Puncel. 

Bantuan yang diberikan ini sebagai salah satu bentuk perhatian dan tali kasih dari PKH Kecamatan Dukuhseti untuk warga yang tertimpa bencana. 

"Jangan dilihat dari nilainya yang tidak seberapa. Namun ini merupakan wujud perhatian pendamping PKH Dukuhseti kepada masyarakat yang tertimpa bencana banjir,” kata Supriyanto, Koordinator PKH Kecamatan Dukuhseti.


Saturday, February 10, 2018

Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Dukuhseti

Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Dukuhseti

Tim PKH Pati Peduli saat memberikan bantuan kepada korban banjir

DUKUHSETI, pkhpati.com - PKH Pati Peduli terus berupaya untuk memberikan bantuan berupa logistic kepada korban banjir yang terjadi di beberapa wilayah kabupaten Pati. Kecamatan pertama yang telah mendapatkan bantuan berupa logistic adalah kecamatan Dukuhseti.

Banjir yang terjadi di kecamatan Dukuhseti, Kamis (8/2/2018) lalu, telah merendam 9 desa diantaranya desa Bakalan, Dumpil, Ngagel, Alasdowo, Dukuhseti, Kembang, Tegalombo, dan Banyutowo.

Sampai dengan hari Jumat(9/2/2018) desa yang terkena dampak sangat parah adalah desa Dukuhseti yang berdampak pada 781 Keluarga di dukuh Krajan, Sepande, Keduwung, dan Slempung, desa Alasdowo 574 Keluarga di dukuh Sengkrongan, dan desa Ngagel sejumlah 400 Keluarga. Di desa Dumpil dan Kembang, masing-masing 25 keluarga dan 50 keluarga  yang rumahnya terendam banjir. Sedangkan 4 desalainnya masih belum diketahui pasti jumlah keluarga yang terendam banjir.

Tim PKH Pati Peduli sekaligus Koordinator PKH Kecamatan Dukuhseti saat menyalurkan bantuan logistik
Terjadinya banjir di sebagian wilayah kecamatan Dukuhseti disebabkan karena meluapnya sungai-sungai di sekitar desa tersebut dan air kiriman dari arah gunung muria.

“Banjir disebabkan karena luapan sungai Guno desa Ngagel dan Lenggi desa Alasdowo. Kiriman air dari wilayah bukit lereng gunung Muria sebelah utara dan gunung Jugo” kata Supriyanto, Koordinator PKH Kecamatan Dukuhseti.

Penyaluran bantuan dilaksanakan padaJumat (9/2/2018) lalu yang dilakukan oleh Pendamping PKH Kecamatan Dukuhseti. Desa yang dituju adalah desa Ngagel, Alsadowo, dan Dukuhseti yang terkena dampak sangat parah. Bantuan logistic berupa mi instan dan roti disalurkan langsung kerumah-rumah warga yang terendam banjir.

“Bantuan untuk korban banjir disalurkan  hari Jumat di 3 desa yaitu Ngagel, Alasdowo, dan Dukuhseti” kata Pendamping PKH, Nur Istiqomah

Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir yang terjadi di wilayah kecamatan Dukuhseti, tetapi kerugian materil diperkirakan cukup besar dan akses untuk bekerja menjadi lumpuh.


PKH Pati Peduli Drop Sembako Siap Santap Di Dukuh Biteng, Banjarsari, Gabus

PKH Pati Peduli Drop Sembako Siap Santap Di Dukuh Biteng, Banjarsari, Gabus

Tim PKH Pati Peduli menyerahkan bantuan sembako untuk korban banjir kepada Kepala Desa Banjarsari

Pati, pkhpati.com – PKH Pati Peduli serahkan bantuan sembako kepada korban banjir, di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Gabus, Pati, Sabtu (10/2/2018).

Paket sembako berupa sepuluh kardus mie instan dan sosis siap saji,  mengingat tak ada lahan sisa untuk memasak bagi korban banjir. Sehingga kondisi tersebut menjadi pertimbangan bagi Tim PKH Pati Peduli memberikan bantuan berupa bahan pokok siap santap.

Dalam pendistribusian Tim PKH Pati Peduli berjalan di tengah kepungan banjir ke rumah korban.

Dari pengamatan petugas, aktivitas warga Dukuh Biteng lumpuh total. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sangat bergantung pada bantuan donatur.

Kedalaman air bervariasi, mulai dari 50 cm sampai 1 meter yang mengakibatkan 250 keluarga tidak bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.

“Ketinggian air kemarin sekitar 50 cm sampai 1 meter, disini ada sekitar 250 keluarga” kata perangkat desa, Jayus.
Tim PKH Pati Peduli bersama Pak Jayus (kiri) saat mengunjungi salah satu rumah yang terendam banjir (10/02/2018)

Sebelumnya PKH Pati Peduli juga menyerahkan paket sembako ke Kecamatan Dukuhseti pada Jumat (9/2/2108).

Tim PKH Pati Peduli saat menyerahkan bantuan korban banjir di kecamatan Dukuhseti (09/02/2018)
Banjir akibat curah hujan tinggi beberapa hari ini mengakibatkan lima kecamatan di Pati terendam, diantaranya Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Gabus, Kayen dan Sukolilo.

Kedepannya PKH Pati Peduli akan menyerahkan bantuan sembako di wilayah lain dengan memerioritaskan daerah terdampak cukup parah.


Saturday, January 13, 2018

Bantuan Kaki Palsu untuk Andi

Bantuan Kaki Palsu untuk Andi

Andi bersama tim medis dan Pendamping PKH (kiri)


Andi begitu sapaan akrabnya di lingkungan masyarakatnya. Anak yang riang dan penuh semangat ini terlihat selalu tersenyum dan komunikatif, walaupun diberikan cobaan dengan ketidaksempurnaan fisik.

Semangat belajar yg tinggi membuat orang tua Andi juga termotivasi untuk tetap memberikan pendidikan yang layak, Andi sekarang sudah duduk di kelas 2 SD. Setiap hari ibunya senantiasa mengantar Andi ke sekolah dengan digendong tetapi dengan perkembangan fisiknya sekarang membuat ibunya kuwalahan. Andipun merasa sedih dan sangat berharap di setiap doanya agar bisa mendapat kaki dan bisa berjalan sendiri, sehingga tidak terlalu merepotkan ibunya, tutur Andi saat ditemui bapak Jatmiko selaku pendamping PKH Kec. Tayu.

Karena itulah Pendamping PKH mangajukan bantuan pembuatan kaki palsu Andi kepada "PKH PEDULI" Kab. Pati agar nantinya dapat sedikit membantu untuk pembuatan kaki palsu tersebut.

Pada hari Sabtu, 13 Januari 2018 Andi bisa mendapatkan kaki palsu berkat kerjasama PKH PEDULI Bersama LAS SENYUM DHUAFA dan tim donatur dari klinik Promedik PT PROTETIK MEDIKA UTAMA Jl. Berlian IV No 12 Pudak Payung Banyumanik Semarang Perum Mega Permata Indah yang telah mendukung biaya pembuatan kaki palsu untuk ananda Andi.

Ucapan trimakasih juga disampaikan oleh keluarga pada PKH Kab. Pati dan LAS Senyum Dhuafa karena sudah memfasilitasi Andi untuk bisa mendapatkan kaki palsu. Semoga dengan ini Andi bisa mandiri dan bisa mengurangi ketergantungan pada ibunya.


Oleh: Supriyanto (Pendamping PKH Kec. Dukuhseti)


Wednesday, January 10, 2018

Riski, Balita yang Membutuhkan Uluran Tangan Kita

Riski, Balita yang Membutuhkan Uluran Tangan Kita

 

Nama    : Sabilillah Riski Nufandi
TTL       : Pati, 28 Nopember 2015
Alamat  : Gulangpongge Rt 03 Rw 02 Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati

Lahir dengan kondisi ada benjolan di kepala. Bahkan, kata sang ayah, benjolan itu lebih besar dari kepala sang anak. Pernah terjadi pecah dan mengeluarkan cairan. Dari pemeriksaan dokter, dinyatakan bahwa itu merupakan kanker tidak ganas. 

Sekarang usianya sudah 2 tahun lebih, keadaannya sangat memrihatinkan. Riski hanya bisa tergeletak diatas kasur. Ketika digendong dengan posisi kepala diatas, tidak bertahan lama karena mungkin kepala sakit serasa ada sesuatu yang menariknya. 

Sejatinya, Riski anak yang periang, sebagaimana diceritakan oleh para tetangga. Akan tetapi karena kondisi dan juga mungkin menahan rasa sakit, terkadang Riski rewel.

Pada awal setelah kelahiran, pernah mengajukan JAMKESDA akan tetapi rekomendasi dari tim survey menyatakan tidak layak mendapatkan karena dianggap mampu. Kemudian mendaftar sebagai peserta BPJS mandiri kelas 3.

Karena kendala biaya, maka beberapa bulan terakhir BPJS tidak dibayarkan sehingga pelayanan dihentikan. Dengan beredarnya foto kondisi Riski di media sosial, kunjungan dan bantuan berdatangan. Termasuk dari LPPA Pati, pemerintah Kabupaten Pati, PMI, Pramuka, RSUD Soewondo beserta tim medis dan bantuan dari organisasi lainnya.

Setelah kunjungan tersebut, BPJS diminta untuk diaktifkan kembali. Pengajuan JAMKESDA yang sempat ditolak, kemudian dianulir oleh Wakil Bupati Pati sehingga sekarang dinyatakan sebagai peserta JAMKESDA sampai BPJS aktif kembali.
 
Berbagai upaya sudah dilakukan, sampai ke Rumah Sakit Karyadi Semarang. Karena terkendala biaya yang mahal, usia yang masih balita, dan berat badan yang tidak stabil operasi belum sempat dilaksanakan.

Rencana besok Senin, 15 Januari 2018 Riski akan dibawa ke Soewondo untuk menjalani pemeriksaan ulang. Dari yang dituturkan oleh ayah dari Riski bahwa nantinya untuk pihak RSUD Soewondo akan membantu dalam proses pemulihan nutrisi sehingga dapat mencapai berat badan ideal dan dapat dirujuk ke Rumah Sakit Karyadi Semarang untuk melakukan Operasi Besar.

Gunungwungkal, 11 Januari 2018

Oleh: Pendamping PKH Kecamatan Gunungwungkal

Tuesday, November 28, 2017

Peresmian Bantuan Pemugaran Rumah Peserta PKH di Desa Sekarjalak

Peresmian Bantuan Pemugaran Rumah Peserta PKH di Desa Sekarjalak


Peresmian Pemugaran rumah KPM PKH bersama pihak Dinas Sosial dan Kepala Desa Sekarjalak
pkhpati.com, Pati – Selasa, 28 November 2017 telah dilaksanakan peresmian pemugaran rumah KPM PKH yang terbakar beberapa waktu lalu. Rumah tersebut merupakan milik ibu Hestik (peserta PKH) dan neneknya, warga desa Sekarjalak RT 5 RW 2. Kini rumah tersebut sudah dapat dihuni kembali berkat bantuan dari berbagai pihak, diantaranya bantuan dari Desa, sumbangan sukarela dari pendamping,operator dan koordinator PKH kabupaten Pati, serta dari pihak-pihak yang membantu selama proses pemugaran rumah. 

Peresmian tersebut dihadiri oleh Sri Yulieni (Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pati), Farida Faizati (Lurah), Susanto (Kasi Kesos Kecamatan Margoyoso), Sekretaris Desa, Pendamping dan Operator PKH.

Dalam sambutannya Farida mengungkapkan terima kasih kepada pendamping PKH, “Saya berterimakasih kepada relawan PKH yang telah berupaya mendirikan kembali rumah bu Hestik  yang terbakar”.

Kasi Kesos Kecamatan Margoyoso juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada pendamping PKH dan berharap rumah tersebut dapat diperbaiki lagi menjadi lebih baik.

“Selamat kepada keluarga bu Hestik dan terima kasih kepada pendamping PKH yang telah berupaya mendirikan kembali rumah layak huni. Semoga menjadi rumah yang barokah dan semoga suatu saat nanti rumah ini dapat diperbaiki lagi menjadi lebih bagus” kata Susanto.

Prosesi Potong Tumpeng oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pati

Acara peresmian pemugaran rumah KPM PKH dibuka dengan memotong tumpeng yang dilakukan oleh Sri Yulieni selaku Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pati. Ibu Sri Yulieni juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telibat.

“Alhamdulillah karena berkat bantuan dari desa dan juga PKH rumah ini bisa terbangun kembali. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi barokah.” Kata Beliau.

Proses pemugaran rumah berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan. Terhitung sejak mulai dibangun pada bulan Agustus dan selesai akhir bulan Oktober.

“prosesnya kurang lebih satu setengah bulan, karena ada beberapa kendala ketika proses pemugaran sedang berlangsung.” Ucap Afit selaku Koordinator PKH Kecamatan Margoyoso.

Pendamping PKH Afriana menambahkan, “selesainya kira-kira akhir Oktober, dan bu Hestik sekeluarga mulai pindahan awal November.”