Budidaya Aneka Burung dan unggas

Showing posts with label Operator PKH. Show all posts
Showing posts with label Operator PKH. Show all posts

Sunday, August 26, 2018

KPM PKH Kecamatan Kayen Kab.Pati Menghias 14 Nasi Tumpeng untuk Peringati HUT RI ke 73

KPM PKH Kecamatan Kayen Kab.Pati Menghias 14 Nasi Tumpeng untuk Peringati HUT RI ke 73

PATI -Lomba menghias nasi tumpeng antar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se Kecamatan Kayen menjadi puncak acara peringatan HUT RI ke 73 yang diselenggarakan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Kayen. Ahad (19/8/18).

“Lomba menghias tumpeng menjadi puncak acara sekaligus sebagai penutup dan diakhiri makan tumpeng bersama antar KPM dan Pendamping PKH. Sebelumnya sudah ada lomba paduan suara Mars PKH dan joget balon”. Kata Didik Triyono, penanggung jawab lomba.

Didik, sapaan akrapnya, menjelaskan salah satu alasan mengadakan lomba menghias tumpeng, karena nasi tumpeng tidak dapat dipisahkan dari budaya masyarakat Indonesia. Apalagi nasi tumpeng juga identik untuk memperingati hari hari penting.

Pendamping desa Jatiroto itu menambahkan, lomba ini juga bertujuan memupuk kreatifitas ibu ibu KPM untuk menghias nasi tumpeng. “Keterampilan KPM  dalam menghias nasi tumpeng perlu dikembangkan agar lebih mendapat nilai lebih”. Harap Didik.

Lomba berlangsung di dalam aula Kecamatan Kayen. Ketentuan lomba menghias tumpeng harus terdiri dari tiga orang. Ada 14 tim KPM penghias tumpeng dari delegasi 14 desa. Tiga desa tidak dapat mengikuti lomba di antaranya Desa Pesagi, Beketel, dan Srikaton.
suasana lomba menghias tumpeng
Lomba menghias tumpeng berlangsung seru. Peserta lomba beradu kreasi. Sebagian ada yang membuat tumpengan lancip kerucut ada juga yang lancip berundak. Kemudian ada juga yang merangkai tulisan “HUT RI KE 73” dari potongan wortel. Lebih unik lagi, setiap pucuk tumpeng tertancap bendera merah putih berukuran kecil. 

Agus Supriyanto, Koordinator PKH Pati, juga turut hadir beserta keluarga dan menyaksikan langsung proses lomba menghias nasi tumpeng. Menurutnya, lomba ini sangat menarik.

“Saya berharap pendamping PKH Kayen makin solid. Menjadi pendamping yang mampu mengubah pola pikir KPM untuk menjadi lebih maju. Lomba menghias tumpeng menjadi sarana untuk menampilkan kreatifitas KPM kemudian bisa dikembangkan lebih lanjut”. Harap Agus.
Bertindak sebagai dewan juri, Sumartini, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Program dan Keuangan Kecamatan Kayen didampingi Tatik Rahayu salah satu Staf di Kecamatan Kayen. Agus Supriyanto, Koordinator PKH Pati, juga bertindak sebagai dewan juri langsung didampingi istrinya.
“Rangakain acara lomba PKH Kayen sangat bagus. Cukup meriah, karena mendatangkan peserta se kecamatan Kayen. Semoga acara seperti ini bisa diagendakan lagi tahun depan. Dengan desain acara yang lebih meriah lagi”. Harap Suhartini. 

Penyerahan hadiah oleh Kasubag Keuangan Kec.Kayen
Hasil penilaian dari seluruh dewan juri, menetapkan Desa Kayen sebagai pemenang lomba menghias tumpeng. Penyerahan hadiah dan piala langsung diberikan Suhartini kepada perwakilan KPM Desa Kayen. 

Saturday, February 10, 2018

Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Dukuhseti

Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Dukuhseti

Tim PKH Pati Peduli saat memberikan bantuan kepada korban banjir

DUKUHSETI, pkhpati.com - PKH Pati Peduli terus berupaya untuk memberikan bantuan berupa logistic kepada korban banjir yang terjadi di beberapa wilayah kabupaten Pati. Kecamatan pertama yang telah mendapatkan bantuan berupa logistic adalah kecamatan Dukuhseti.

Banjir yang terjadi di kecamatan Dukuhseti, Kamis (8/2/2018) lalu, telah merendam 9 desa diantaranya desa Bakalan, Dumpil, Ngagel, Alasdowo, Dukuhseti, Kembang, Tegalombo, dan Banyutowo.

Sampai dengan hari Jumat(9/2/2018) desa yang terkena dampak sangat parah adalah desa Dukuhseti yang berdampak pada 781 Keluarga di dukuh Krajan, Sepande, Keduwung, dan Slempung, desa Alasdowo 574 Keluarga di dukuh Sengkrongan, dan desa Ngagel sejumlah 400 Keluarga. Di desa Dumpil dan Kembang, masing-masing 25 keluarga dan 50 keluarga  yang rumahnya terendam banjir. Sedangkan 4 desalainnya masih belum diketahui pasti jumlah keluarga yang terendam banjir.

Tim PKH Pati Peduli sekaligus Koordinator PKH Kecamatan Dukuhseti saat menyalurkan bantuan logistik
Terjadinya banjir di sebagian wilayah kecamatan Dukuhseti disebabkan karena meluapnya sungai-sungai di sekitar desa tersebut dan air kiriman dari arah gunung muria.

“Banjir disebabkan karena luapan sungai Guno desa Ngagel dan Lenggi desa Alasdowo. Kiriman air dari wilayah bukit lereng gunung Muria sebelah utara dan gunung Jugo” kata Supriyanto, Koordinator PKH Kecamatan Dukuhseti.

Penyaluran bantuan dilaksanakan padaJumat (9/2/2018) lalu yang dilakukan oleh Pendamping PKH Kecamatan Dukuhseti. Desa yang dituju adalah desa Ngagel, Alsadowo, dan Dukuhseti yang terkena dampak sangat parah. Bantuan logistic berupa mi instan dan roti disalurkan langsung kerumah-rumah warga yang terendam banjir.

“Bantuan untuk korban banjir disalurkan  hari Jumat di 3 desa yaitu Ngagel, Alasdowo, dan Dukuhseti” kata Pendamping PKH, Nur Istiqomah

Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir yang terjadi di wilayah kecamatan Dukuhseti, tetapi kerugian materil diperkirakan cukup besar dan akses untuk bekerja menjadi lumpuh.


PKH Pati Peduli Drop Sembako Siap Santap Di Dukuh Biteng, Banjarsari, Gabus

PKH Pati Peduli Drop Sembako Siap Santap Di Dukuh Biteng, Banjarsari, Gabus

Tim PKH Pati Peduli menyerahkan bantuan sembako untuk korban banjir kepada Kepala Desa Banjarsari

Pati, pkhpati.com – PKH Pati Peduli serahkan bantuan sembako kepada korban banjir, di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Gabus, Pati, Sabtu (10/2/2018).

Paket sembako berupa sepuluh kardus mie instan dan sosis siap saji,  mengingat tak ada lahan sisa untuk memasak bagi korban banjir. Sehingga kondisi tersebut menjadi pertimbangan bagi Tim PKH Pati Peduli memberikan bantuan berupa bahan pokok siap santap.

Dalam pendistribusian Tim PKH Pati Peduli berjalan di tengah kepungan banjir ke rumah korban.

Dari pengamatan petugas, aktivitas warga Dukuh Biteng lumpuh total. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sangat bergantung pada bantuan donatur.

Kedalaman air bervariasi, mulai dari 50 cm sampai 1 meter yang mengakibatkan 250 keluarga tidak bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.

“Ketinggian air kemarin sekitar 50 cm sampai 1 meter, disini ada sekitar 250 keluarga” kata perangkat desa, Jayus.
Tim PKH Pati Peduli bersama Pak Jayus (kiri) saat mengunjungi salah satu rumah yang terendam banjir (10/02/2018)

Sebelumnya PKH Pati Peduli juga menyerahkan paket sembako ke Kecamatan Dukuhseti pada Jumat (9/2/2108).

Tim PKH Pati Peduli saat menyerahkan bantuan korban banjir di kecamatan Dukuhseti (09/02/2018)
Banjir akibat curah hujan tinggi beberapa hari ini mengakibatkan lima kecamatan di Pati terendam, diantaranya Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Gabus, Kayen dan Sukolilo.

Kedepannya PKH Pati Peduli akan menyerahkan bantuan sembako di wilayah lain dengan memerioritaskan daerah terdampak cukup parah.